Goresan Anak Desa

Jurus Sakti Bahagia Di Hari Tua

4 Feb 2017 - 21:58 WIB

Melalui blog, saya yang mewakili kawula muda, izinkanlah berbagai sebuah jurus sederhana tentang bagaimana bahagia di hari tua. Tenang saja, apa yang akan saya tulis tidak muluk-muluk. Bersumber dari akal pikiran sekaligus riset-riset para ilmuan hebat yang mudah-mudah dapat diimplementasi sedini mungkin. Sekali lagi, saya berharap Anda dapat tersenyum nan santai membaca setiap kata dalam artikel ini.

 

***

 

Dalam sebuah kesempatan, saya beruntung bisa mendengar hasil survei yang dilontarkan Robert Waldinger. Dalam survei yang ditunjukkan kepada anak-anak muda tersebut berusaha untuk menayakan apa tujuan terpenting dalam hidup mereka. Dan saya terkejut, 80% mereka menjawab menjadi kaya adalah tujuan terpenting dari hidup mereka dan sisanya menjawab terkenal. Saya tertawa.

 

 

Ketika tertancap pola pikir kaya atau terkenal adalah tujuan hidup maka konsekuensinya mereka berasumsi akan menua dengan bahagia jika mencapai dua hal tersebut. Hari-harinya akan dihabiskan untuk fokus kepada pekerjaan dan karier. Selalu bekerja lebih keras, keras dan keras untuk mengejar kaya atau terkenal yang menurut mereka adalah tujuan hidup tersebut. Mereka tidak lagi berfikir bagaimana kabar saudara, yang terpenting adalah bagaimana caranya agar bisa hidup kaya.

 

Sajauh pengamatan saya, fenomena tersebut sudah jelas terjadi saat ini. Ya, di zaman yang bisa dibilang edan ini manusia berlomba-lomba memupuk kekayaan. Tabungan berjumlah milyaran, apartemen mewah atau puluhan mobil seolah menjadi incaran dalam hidupnya. Tidak jarang mereka menempuh cara-cara licik, sebut saja korupsi, untuk memperkaya diri. Begitu berharganyakah uang di mata mereka?.

 

Ironi. Aku tidak menyangka mengapa mereka terlalu berlarut di masa mudanya hanya untuk harta, harta dan harta. Tidakkah mereka sadar bahwa di hari tua nanti harta bukan jaminan untuk bahagia. Boleh jadi mereka berasumsi masa tua akan bahagia jika bergelimah harta, harta yang segunung atau bahkan selangit. Ah, lupakan.

 

Berbicara masalah bahagia di hari tua, maka saya hanya mampu beropini sejauh nalar ini berlari. Iya, merajut mozaik-mozaik keilmuan yang telah kudapat untuk membagikan tips bagaimana jurus sakti bahagia di hari tua dapat aku tuliskan dalam kitab internet yang bernama blog ini. 

 

Jika Anda masih berfikiran demikian maka tepatlah membaca ulasan sederhana ini. Berarapun usia kalian saat ini, maka saya tegaskan tidak ada kata terlambat untuk menyiapkan kebahagiaan di hari tua. Selagi hidung masih bisa bernafas maka Anda pun masih diberikan kesempatan Tuhan untuk bahagia.

 

“Lupakan bagaimana caranya kaya sekarang juga”

 

Ketika aku menuliskan “kunci bahagia hidup” di google maka ada 652.000 hasil pencarian yang ada. Namun dari ratusan ribu itu, tidak ada yang menyebutkan bahwa “uang adalah kunci kebahagiaan”. Hal ini wajar, karena pada faktanya memang tidak semata-mata uang yang membuat hari tua akan bahagia. 

 

“Tua itu pasti, bahagia itu pilihan”

 

Sebelum membaca lebih banyak lagi, silahkan sempatkan waktu untuk memutar video dibawah ini. 

Video yang berdurasi 12 menit 46 menit itu sangatlah berharga untuk sisa-sisa usia yang kamu miliki. Sudahkah sadar bahwa, sekali lagi kekayaan dan ketenaran bukanlah jaminan bahagia hidup pun hari tua. Alih-alih justru mendapatkan banyak problematika yang menjerat saat hari tua. 

 

Ya, benar Relationship adalah jurus sakti bahagia di hari tua. Sampai disini rasanya saya tidak akan tersesat memilih jurusan Ilmu Komunikasi yang notabene mengkaji tentang hubungan pula.

 

Tidak terlalu penting berapa miliyar tabunganmu atau berapa puluh perusahaan yang kamu miliki jika Anda tidak punya hubungan sosial yang menyejukkan. Meskipun di usia 80an saat mereka lebih sering jatuh sakit suasana hati mereka tetap bahagia. Jadi dengan menjalin hubungan yang baik pun akan berdampak bagi kesehatan bahkan melindungi otak. 

 

Setidaknya kita belajar bahwa ada pelajaran penting tentang hubungan. Hubungan sosial sangat baik bagi kita sedangkan kesepian dapat membunuh. Ternyata orang yang terhubung secara sosial ke keluarga, teman, komunitas akan lebih bahagia, secara fisik lebih sehat dan hidup lebih lama dibanding orang yang tidak terhubung dengan baik. Belajar untuk lebih memanusiakan manusia.

 

Hubungan dekat yang baik penting untuk kesehatan dan kebahagiaan. Itu sudah menjadi nasihat lama yang masih sering terbaiakan. Maka lewat ini saya mencoba menggugah kembali nurani-nurani yang bisa bangkit untuk lebih menggairkan hubungan “relationship”. 

 

Namun yang tidak kalah penting juga untuk jurus bahagia di hari tua adalah biaya hidup. Biaya hidup tentu beda dengan menjadi kaya. Dengan biaya hidup yang tercukupi artinya finansial ketika usia senja masih terjamin. 

 

BPJS Ketenagakerjaan hadir sebagai solutif untuk menyiapkan ketercukupan financial di hari tua. Program tersebut meliputi Jaminan Hari Tua dan Jaminan Pensiun

 

Jaminan Hari Tua (JHT) menawarkan program asuransi jiwa dari BPJS Ketenagakerjaan yang memberikan pendapatan bagi pesertanya ketika memasuki hari tua. Hal ini berwujud uang tunia yang besarnya merupakan nilai akumulasi dari iuran ditambah hasil pengembangannya.

 

Sedangkan Jaminan Pensiun menyuguhkan jaminan sosial yang bertujuan untuk mempertahankan derajat kehidupan layak bagi peserta dan atau ahli warisnya dengan memberikan penghasilan setelah memasuki usia pensiun, mengalami cacat total tetap ataupun meninggal. Setiap bulan peserta mendapatkan sejumlah uang bagi peserta yang memasuki usia pensiun, mengalami cacat total tetap ataupun meninggal.

 


TAGS   lifestyle / pensiun /


Author

Recent Post

Recent Comments

Archive